“Urban Farming” Pilihan Alternatif Pemenuhan Kebutuhan Pangan Di Tengah Pandemi

Top Jabar, Bandung – Keterbatasan lahan di Kota Bandung tak seharusnya membuat masyarakat tidak bercocok tanam. Dengan system Urban Farming, masyarakat perkotaan dapat memanfaatkan lahan kecil yang ada di pekarangan rumahnya untuk ditanami berbagai jenis tanaman, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan pangan, hal tersebut yang telah dilakukan ibu-ibu pengajian di lingkungan Kelurahan Binong Kecamatan Batununggal Kota Bandung. Sabtu, (06/06/20).

Urban Farming merupakan bercocok tanam di lingkungan rumah perkotaan dengan lahan terbatas. Saat ini, Bercocok tanam mini diharapkan dapat memenuhi sebagian pangan keluarga, khususnya di saat pandemic Covid-19. Selain itu, Urban Farming digalakan untuk memupuk nilai gotong royong di tengan masyarakat kota yang cenderung individualis. Upaya ini pula guna menunjang pangan keluarga.

“Dengan cara bertanam koletif ini, kami harapkan memiliki rasa peduli kepada orang lain, bisa bekerja sama bahkan juga memelihara toleransi. Tepatnya mengembalikan sifat gotong royong. Kegiatan urban farming ini adalah salah satu program Persatuan Islam atau PERSIS, yang menjadikan ibu-ibu pengajian dilingkungan sekitar untuk menjadi pesertanya. Pembibitan langsung diberikan oleh DISPANGTAN Kota Bandung” kata Lia Juliara, S.Pd., MM

 “Kami sudah panen yang ke-6, Setiap panen kami sengaja melombakan para peserta agar terus termotivasi untuk bercocok tanam. Hasil panen nya pun akan kami bagikan kepada peserta maupun tamu yang hadir. Mereka dilatih dari mulai belajar menanam sampai mendapatkan tahap panen. ini bisa sebagai jalan alternatif masyarakat untuk memenuhi pangan dikala pandemic COVID-19” Kata salah satu peserta urban farming.

Baca Juga : Laksanakan Program ‘Sabandung’ Yang Ke 5 TP PKK Kelurahan Binong Tetap Kompak

Kegiatan yang dihadiri oleh Camat Batununggal Drs. Tarya,M.AP, Camat Ujungberung Drs. Jajang Hamdani serta Lurah Binong Pepen Ruspendi, SE.MM dan keanggotaan Ikatan Persis Batununggal. Hal ini bertujuan untuk membangun sinergitas antara Peserta atau Pengelola Urban Farming dengan pemerintah setempat serta mendukung Pemerintah Kota Bandung dalam rangka lingkungan hidup.

Selain itu, para perserta yang notabene adalah masyarakat kelurahan Binong ini sangat antusias ketika kedatangan tamu istimewa yaitu salah satu pemain Preman Pensiun 4 bernama “kang pipit”. Kang pipit diundang secara istimewa oleh pihak kelurahan Binong untuk ikut memanen hasil dari bercocok tanam urban farming tersebut.** (siska)