Youtuber Ferdian Paleka CS Akhirnya Menghirup Udara Segar

Top Jabar, Bandung – Kuasa hukum bersama tiga rekannya, Rohman Hidayat mengatakan, kliennya sudah bebas dari penjara alias menghirup udara segar setelah korban mencabut laporan.

Pencabutan laporan itu dilakukan setelah adanya perdamaian antara pelaku dan korban.

“Kami berterimakasih ke semua pihak, terutama transpuan, yang sudah bersedia mencabut pelaporan, berdamai dengan pihak tersangka,” kata Rohman di Mapolrestabes Bandung, Kamis (4/6/2020).

Dikatakan, kliennya dan para korban sudah berdamai sejak tanggal 19 Mei 2020.

Bahkan sebelum bebas, korban sempat datang untuk menyelesaikan permasalahan yang menjerat kliennya itu.

“Sebetulnya perdamaian ini telah terjadi pada 19 Mei lalu, tadi juga pihak korban sudah datang, bersalaman, artinya permasalahan ini sudah selesai,” ucap Rohman.

Rohman mengatakan bahwa pihaknya telah meyampaikan pesan kepada orang tua pelaku.

Agar anaknya tersebut tidak mengulangi tindakan tak terpuji kembali.

“Saya sudah menyampaikan kepada orang tua bahkan tadi pak Kasat juga menyampaikan, supaya tidak mengulangi kejadian yang sudah–sudah,” ucap Rohman.

Dengan dicabutnya laporan itu, maka kasus video prank sembako isi sampah ini sudah selesai dan dihentikan.

“Kasusnya sudah selesai, ada perdamaian dari pihak pelapor dengan tersangka sudah ada perdamaian, proses hukumnya sudah berhenti, pelapor mencabut laporannya,” pungkas Rohman.

Sementara itu Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri mengatakan bahwa pembebasan Ferdian dan rekannya itu didasari atas pencabutan laporan korban.

Seperti diketahui, kasus itu mencuat karena adanya delik aduan.

“Iya, jadi pelapor juga sudah menanyakan kepada kami bahwasanya yang bersangkutan akan mencabut dan itu semua kita serahkan kepada pelapor yang menerima perundungan itu,” kata Galih.

Dengan begitu, maka kasus video prank sembako isi sampah ini telah dihentikan dan ditutup.

“Ya, jadi dengan dicabutnya itu, pasti kita hentikan kasusnya,” pungkas Galih.

Diberitakan sebelumnya, (21), M Aidil (21) dan Tubagus Fadilah Achyar (20) menjadi tersangka dalam kasus video prank sembako berisi sampah yang dibuatnya secara bersama–sama.

Atas perbuatan prank itu, ferdian dan rekannya itu dikenakan Pasal berlapis kepada para pelaku yakni Pasal 45 ayat 3 huruf e, Pasal 36 dan Pasal 51 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (**)

Sumber : medan.tribunnews.com