Ponsel Meledak Saat Sedang Di Cas

Top Jabar, Cicalengka – Hati-hati bagi yang suka mengisi daya hp yang sudah melebihi kapasitas pengisian daya menunjukan bahwa baterai sudah terisi penuh 100 persen, karena banyak yang menyepelekan Tampa di kontrol membiarkan ponsel tetap menempel di stop kontak listrik yang menyebabkan temperatur ponsel menjadi panas dan meledak hingga terjadi kebakaran.

Seperti yang dialami H.Makmur ,umur 58 th, purnawirawan Polri yang bersangkutan sedang mengisi daya ponsel miliknya diatas kasur karpet dan meledak mengeluarkan api yang menyebabkan sampe terjadi kebakaran di ruang keluarga di rumah tinggalnya di Kp.Sapan Rt.01 Rw.02 Desa Sukamanah Kec.Rancaekek Kab Bandung, Senin (18/05/ 2020) pukul 17.15 wib.

Dari hasil penyelidikan Polsek Rancaekek Polresta Bandung yang terdiri dari gabungan piket fungsi yang mendatangi Tempat kejadian perkara , kebakaran diduga akibat ponsel yang sedang diisi daya menempel pada stop kontak akibat Overcharging (pengisian daya berlebihan) yang menjadi pemicu yang membuat ponsel kepanasan yang berujung terjadinya ledakan dan menimbulkan kebakaran.

Menurut keterangan Saksi pemilik rumah H.Makmur Sosikin yang bersangkutan sedang berada di rumah yang dikejutkan dengan bunyi ledakan di ruang keluarga serta terlihat ada api yang menyala yang membuat saksi panik dan minta pertolongan kepada tetangga terdekat.

Piket fungsi unit Reskrim Polsek Rancaekek Polresta Bandung mengatakan “Diduga api berasal dari ponsel yang meledak dan mengeluarkan api yang dengan cepat merambat ke kasur karpet, sehingga terjadi kebakaran di ruang keluarga yang merambat ke 2 buah kursi dan 3 buah ponsel hangus terbakar.” Ujar brigadir Amri menjelaskan.

” Masih beruntung api segera bisa diatasi tidak sampei merambat ke dalam bangunan rumahnya, karena api berhasil cukup dipadamkan oleh 1 unit Damkar,” tambahnya.

Dalam kejadian tersebut telah 2 unit Damkar dari Majalaya dan 1 unit damkar dari Cicalengka untuk antisipasi jangan sampai api merambat ke bangunan lainnya.
Tidak ada korban jiwa hanya berupa kerugian materi ringan yang belum bisa ditaksir berapa jumlahnya.